Jumat, 26 Desember 2014

Memperbaiki Kompor gas Outdoor

بِسْـــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ

Assalamualikum. Alhamdulillah nuansa Ramadhan masih menyeringai walau telah lewat purnamanya. ini berarti Ramadhan semakin menjauh dari kita. semoga apa yang kita usahakan, kita amalkan dapat di terima oleh Allah SWT sebagai bekal nanti. topik kali ini adalah berkaitan dengan kegiatan Outdoor alam bebas. Tiap kali kita melakukan kegiatan alam bebas, misal mendaki gunung, camping, dan sebagainya. pastinya kebutuhan mendasar adalah kompor, baik itu kompor gas, kompor spirtus, maupun kompor parafin. saya ingin membahas kompor gas khususnya adalah kompor gas dari Gasmate. 

Kompor ini memiliki prinsip pembakaran yang sama dan cara yang sama dengan kompor gas LPG di rumah kita. yang membedakan adalah ukuran tabung dan kegunannya. Kompor ini lebih kecil dan ukuran tabung pun di sesuaikan untuk kegiatan di luar ruangan, simple dan mudah untuk di bawa. Kompor ini pun tidak terlepas dari kerusakan dari pemakaian. biasanya kerusakan terjadi pada :
  1. putaran untuk memperbesar dan memperkecil gas
  2. tersumbatnya salah satu bagian dari kompor (saya ga ngerti istilah2nya :p)
  3. hilangnya seal 
Pernahkah kawan semua memiliki masalah kompor ini . ciri-cirinya adalah, setelah di sambungkan ke tabung gas, dan di nyalakan, nyala api tidak dapat membesar. dan semakin lama mengecil, setelah itu tidak dapat di nyalakan sama sekali, seakan ada yang menyumbat bagian penyalur dari kompor. jika ini pernah terjadi maka mudah sekali untuk memperbaikinya. tak perlu untuk di buang, tapi bisa kok di lempar ke saya. :D
ini adalah akibat dari tabung gas yang kualitas kemurnianya buruk. sehingga dapat menyumbat aliran dari gas itu sendiri. jika kita mengingat pelajaran kimia kelas 3 sd (emang ada?). bahwa setiap zat kimia dengan kemurninan tertentu (purity) selalu memiliki pengotor yang dibawanya. biasanya pengotor hanya di perbolehkan dengan kandungan sekian ppm (part per million). nah kebertepatan gas tabung yang di beli memiliki kandungan pengotor yang banyak, dan sudah tersimpan lama di gudang (stok lama) pengotor yang tiap ppm itu mengendap ke bawah tabung akibat dari gravitasi. oke kembali ke topik.
Nah 17 agustus yang ingin ke gunung untuk ikut upacara bendera, ada baiknya untuk di re check kembali peralatan pentingnya. jangan sampai pengalaman kami membawa 2 kompor gasmate tanpa membawa alternatif kompor lain, dan kompor gasmate kami malah tidak bisa digunakan krn masalah sepele yaitu tersumbat , sehingga kami harus terpaksa meminjam kawan-kawan seperjalanan lainya. semoga tidak terulang kembali. :D
berikut cara untuk membersihkannya : 

1. Bongkar kompor 


2. setelah di bongkar akan menjadi seperti gambar diatas, bagian-bagianya (akan saya update segera bagaimana membongkarnya). saya akan jelaskan bagian-bagianya
dari kiri ke kanan adalah : burner, ring , dudukan burner, kompor gasmate bagian atas + Grid 
Kompor bagian bawah adalah : terdapat valve (katup dan penghubung tabung gas jadi 1), dan juga ada pemantik. 
3. Bagian yang sering bermasalah akibat dari tabung gas yang kotor adalah di spray nya. atau penyemprotnya, dia punya lubang kecil untuk mengeluarkan gas dari tabung, dan di lubang itu lah terjadi penumpukan pengotor akibatnya tersumbat. 
4. Buka Katup dari kompor bagian bawah. lepaskan tabung untuk memberikan suplai oksigen
5. terlihat diatas adalah spray yang memiliki lubang kecil. buka spray tersebut
6. setelah di buka, bersihkan spray tersebut menggunakan air compresor, atau dengan jarum paling kecil ukuranya
7. setelah itu sambung kembali seperti gambar diatas.
8. sambungkan juga dudukan burner
9. Setelah selesai, sambungkan kompor bagian atas (Grid) seperti gambar di atas
10. bagian bawah kompor jangan lupa untuk di kencangkan dengan baut bawaan kompor
11. sambungkan ring sebagai dudukan burner ke kompor bagian atas
12. terakhir sambungkan burner di bagian ulirnya, maka kompor siap di pakai kembali
13. tes kompor yang siap di gunakan.
semoga penjelasan ini cukup jelas, jika memang ada yang tidak di pahami, silahkan di tanyakan. jika ribet, bisa di lempar kesaya :D

sumber :afrizal

Kamis, 25 Desember 2014

Dari Mana Kawin Mut’ah Syiah Berasal?


bunga darah


SYIAH dalam hal nikah mut’ah pada dasarnya adalah meneruskan keburukan ajaran nabi palsu Majusi bernama Mazdak yang menghalalkan wanita dan harta sebagai milik bersama, ibarat rumput dan air ; siapa saja boleh mengambil, dan siapa saja boleh memakai. (Lihat buku Hartono Ahmad Jaiz, NABI-NABI PALSU DAN PARA PENYESAT UMAT, Pustaka Al-Kautsar, Jakata).

Dari sini dapat dipahami, agama syiah pada hakikatnya adalah keyakinan Majusi berbaju Islam.
Dan dari situlah dapat dibantah perkataan dedengkot syiah yang berkilah bahwa Syiah tidak sesat karena boleh berhaji dan masuk Masjid Haram Makkah.

Bantahannya adalah : bolehnya orang Syiah masuk Masjidil Haram bukan karena tidak sesat, tetapi hanya karena Syiah itu kovernya adalah Islam. Sebagaimana dedengkot munafiq Abdullah bin Ubay bin Salul zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam boleh masuk ke Masjid Haram (Nabawi) di Madinah bahkan shalat di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena kovernya adalah Islam, walau isinya adalah kafir.
Itu bukan karena orang munafiq itu tidak sesat, bahkan sesat lagi kafir, namun covernya adalah Islam. Demikian pula syiah, sesat lagi kafir karena isinya adalah keyakinan Majusi namun covernya adalah Islam.
[Sumber: nahi munkar]

Syarat-syarat Terkabulnya Doa

doa ibu


DOA adalah salah satu usaha yang dilakukan oleh manusia khusunya umat Islam dalam menggapai suatu keinginan tertentu. Bagi Muslim, berdoa sudah menjadi suatu yang dianjurkan oleh Allah SWT. Dan hanya orang yang sombonglah yang tidak mau berdoa kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina,” (QS. Al-Mu’min: 60).

Apabila kita berdoa, Allah SWT pasti mengabulkan doa kita. Hanya saja waktu yang akan menjawabnya. Dan dalam bentuk yang mungkin berbeda yang tidak sesuai keinginan kita tetapi bermanfaat untuk kita. Serta bisa jadi tabungan kita untuk di akhirat kelak.

Rasulullah SAW bersabda, “Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa,” (HR. Ath-Thabrani).

Tentunya bila ingin doa kita dikabulkan oleh Allah SWT, kita harus memenuhi syarat-syarat tertentu dalam berdoa. Syarat-syarat tersebut meliputi:

1. Khusyu dan ikhlas karena Allah. Sebagai tersebut dalam firman Allah SWT, “Dan bahwasanya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kamu berdoa kepada seorang jua pun di dalamnya disamping berdoa kepada Allah,” (QS. Al-Jin: 18).

2. Tidak terburu-buru. Hendaknya janganlah mengucapkan, “Aku sudah berdoa dan berdoa berkali-kali, tetapi belum dikabulkan juga oleh Allah.” Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Dikabulkan doa salah seorang di antara kalian, selama tidak terburu-buru. Dia berkata: aku sudah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan,” (HR. Muslim).

3. Berdoa tidak untuk dosa. Ataupun memohon sesuatu yang dilarang, sebagaimana hadis berikut, “Senantiasa dikabulkannya doa seorang hamba selama ia berdoa tidak untuk dosa atau memutuskan kekeluargaan,” (HR. Muslim dan Tarmidzi).

4. Penuh keyakinan. Rasulullah bersabda, “Berdoalah kamu kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa doamu pasti akan dikabulkan. Ketahuilah olehmu, bahwasanya Allah tidak akan mengabulkan doa yang keluar dari lubuk hati yang lupa lagi lalai.” Disamping itu hendaknya mengetahui dan memahami makna doa yang dipanjatkan serta senantiasa ingat kepada siapa ia berhadapan. Karena Allah tidak akan menerima doa seorang hamba yang sekedar basa-basi. Jangan ada keragu-raguan dalam hati, misalnya “dikabulkan Allah gak sih doa saya nanti?”

5. Makan dan minumlah dari yang halal. Allah berfirman, “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-Mu’minun: 51). Dan dalam ayat lain, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah,” (QS. Al-Baqarah: 172).

6. Bertakwa kepada Allah. Sebagaimana tersebut dalam firman Allah SWT, “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil), ‘Aku pasti membunuhmu!’ Berkata Habil, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa’,” (QS. Al-Maidah: 27).

7. Dengan rendah hati dan bersuara lembut. Firman Allah SWT, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas,” (QS. Al-A’raf: 55).

8. Jangan memohon sesuatu yang mustahil didapat. Dalilnya adalah surat al-A’raf Ayat 55, seperti diatas. Karena mengharap sesuatu yang muluk-muluk dan tidak masuk akal akan menyebabkan kita menjauh dari Allah.

9. Diulang tiga kali. Ibnu Mas’ud RA menyatakan, “Adalah para Nabi AS, apabila beliau berdoa, berdoa tiga kali, dan apabila meminta juga meminta tiga kali,” (HR. Muslim). Karena berdoa diulang-ulang tiga kali adalah menunjukkan kesungguhan dalam berdoa atau meminta. Hal ini sesuai dengan firman Allah, “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia (benar-benar) berdoa kepada-Ku,” (QS. Al-Baqarah: 186).

10. Berdo’alah di waktu dan tempat yang mustajab.

11. Sabar dan shalat. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,” (QS. Al-Baqarah: 153).

Wallahu’alam bissawab
[rika/islampos/ikhwanul-bakumpai]

Syarat-syarat Terkabulnya Doa


doa ibu


DOA adalah salah satu usaha yang dilakukan oleh manusia khusunya umat Islam dalam menggapai suatu keinginan tertentu. Bagi Muslim, berdoa sudah menjadi suatu yang dianjurkan oleh Allah SWT. Dan hanya orang yang sombonglah yang tidak mau berdoa kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina,” (QS. Al-Mu’min: 60).
Apabila kita berdoa, Allah SWT pasti mengabulkan doa kita. Hanya saja waktu yang akan menjawabnya. Dan dalam bentuk yang mungkin berbeda yang tidak sesuai keinginan kita tetapi bermanfaat untuk kita. Serta bisa jadi tabungan kita untuk di akhirat kelak.
Rasulullah SAW bersabda, “Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa,” (HR. Ath-Thabrani).
Tentunya bila ingin doa kita dikabulkan oleh Allah SWT, kita harus memenuhi syarat-syarat tertentu dalam berdoa. Syarat-syarat tersebut meliputi:
1. Khusyu dan ikhlas karena Allah. Sebagai tersebut dalam firman Allah SWT, “Dan bahwasanya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kamu berdoa kepada seorang jua pun di dalamnya disamping berdoa kepada Allah,” (QS. Al-Jin: 18).
2. Tidak terburu-buru. Hendaknya janganlah mengucapkan, “Aku sudah berdoa dan berdoa berkali-kali, tetapi belum dikabulkan juga oleh Allah.” Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Dikabulkan doa salah seorang di antara kalian, selama tidak terburu-buru. Dia berkata: aku sudah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan,” (HR. Muslim).
3. Berdoa tidak untuk dosa. Ataupun memohon sesuatu yang dilarang, sebagaimana hadis berikut, “Senantiasa dikabulkannya doa seorang hamba selama ia berdoa tidak untuk dosa atau memutuskan kekeluargaan,” (HR. Muslim dan Tarmidzi).
4. Penuh keyakinan. Rasulullah bersabda, “Berdoalah kamu kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa doamu pasti akan dikabulkan. Ketahuilah olehmu, bahwasanya Allah tidak akan mengabulkan doa yang keluar dari lubuk hati yang lupa lagi lalai.” Disamping itu hendaknya mengetahui dan memahami makna doa yang dipanjatkan serta senantiasa ingat kepada siapa ia berhadapan. Karena Allah tidak akan menerima doa seorang hamba yang sekedar basa-basi. Jangan ada keragu-raguan dalam hati, misalnya “dikabulkan Allah gak sih doa saya nanti?”
5. Makan dan minumlah dari yang halal. Allah berfirman, “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-Mu’minun: 51). Dan dalam ayat lain, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah,” (QS. Al-Baqarah: 172).
6. Bertakwa kepada Allah. Sebagaimana tersebut dalam firman Allah SWT, “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil), ‘Aku pasti membunuhmu!’ Berkata Habil, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa’,” (QS. Al-Maidah: 27).
7. Dengan rendah hati dan bersuara lembut. Firman Allah SWT, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas,” (QS. Al-A’raf: 55).
8. Jangan memohon sesuatu yang mustahil didapat. Dalilnya adalah surat al-A’raf Ayat 55, seperti diatas. Karena mengharap sesuatu yang muluk-muluk dan tidak masuk akal akan menyebabkan kita menjauh dari Allah.
9. Diulang tiga kali. Ibnu Mas’ud RA menyatakan, “Adalah para Nabi AS, apabila beliau berdoa, berdoa tiga kali, dan apabila meminta juga meminta tiga kali,” (HR. Muslim). Karena berdoa diulang-ulang tiga kali adalah menunjukkan kesungguhan dalam berdoa atau meminta. Hal ini sesuai dengan firman Allah, “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia (benar-benar) berdoa kepada-Ku,” (QS. Al-Baqarah: 186).
10. Berdo’alah di waktu dan tempat yang mustajab.
11. Sabar dan shalat. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,” (QS. Al-Baqarah: 153).
Wallahu’alam bissawab
[rika/islampos/ikhwanul-bakumpai]

The Last Metting Room

walaikumsalam, adalah kata terakhir dalam pertemuan dengan teman-teman sekelas setelah 1 tahun lebih bersama tepatnya 3 semester, setelah sekian lama duka, tawa, canda, kritik, saran serta saling menertawakan dalam ruanggan pun seketika itu berakhir,  dan akhirnya tahap pertama menjadi alumnus di pasca sarjana UIN Malang sudah di mulai dari 3 tahap selanjutnya,


namun dalam kesempatan yang terakhir ini pula, (sebelum semuanya terjun di lokasi-lokasi penelitian ) ide akhir dalam menyudahi perkuliahan di ruangan muncul oleh teman sekelas dengan ide, ngecamp sekaligus susur pantai. yang bertempat (rencanannya andai tidak terjadi kendala teknis) pulau sempu, pulau dengan eksotisnya dan menjadi destinasi wisata warga malang.

pulau sempu sendiri adalah Pulau Sempu terletak di sebelah selatan Pantai Sendang Biru Kab. Malang. Dari kota Malang jarak tempuhnya kurang lebih 75 km, sekitar 2 jam perjalanan dari kota Malang. Pulau Sempu memiliki daya tarik tersendiri bagi touris domestik maupun mancanegara karena Pulau Sempu masih sangat alami dengan keindahan alamnya yang sangat angggun dan menawan.

ini semua merupakan refresh badan sekalis ajang mempererat kembali silaturahmi karena sudah jarang ngumpul-ngum[pul bareng, dan di pilihnya pulau sempu karena di samping keindahan juga lokasi yang butuh usaha keras yaitu dengan berjalan kaki selama sejam di hutan tanpa guide. karena ini adalah pemula bagi teman-teman yang jarang bepergian maka akan harus kompak dalam segala hal, semoga rencana ini jadi dan menjadi kado baik di campus bersama rekan sekalas


Cerita FPI bikin tim pemburu mayat saat Aceh diterjang tsunami





Siapa yang tak kenal nama besar Front Pembela Islam (FPI). Laskar yang dikenal beringas ini juga memiliki jiwa sosial tinggi.
Saat terjadi tsunami Aceh 10 tahun lalu, FPI menyingsingkan baju terjun ke lokasi bencana. Tak segan-segan, mereka menerjunkan ribuan anggotanya ke serambi Mekah tersebut.
"FPI menerjunkan 2.500 anggota laskar dari seluruh cabang di wilayah Indonesia. Yang paling banyak dari Pulau Jawa," kata Sekretaris Umum FPI Jafar Shodiq kepada merdeka.com, Rabu (24/12).
Menurutnya dari ribuan kader FPI yang dikerahkan, mereka kemudian dibagi-bagi lagi menjadi beberapa kelompok. Hal itu guna efektivitas kerja dalam membantu evakuasi korban tsunami.
"Saya langsung bagi ada grup evakuasi, grup mensalati jenazah dan grup yang menguburkan jenazah. Grup yang mengevakuasi itu kami sebut tim pemburu mayat," katanya.
Menurutnya, grup-grup ini selain memudahkan penugasan difungsikan untuk sistem penyegaran relawan. Kala itu, saban hari mereka mampu mengevakuasi ratusan mayat dan langsung dikebumikan.
"Grup itu maksudnya supaya mempermudah kerja kami dan bergilir. Agar yang mensalati jangan sampai kotor, kalau yang mengevakuasi harus turun mengendus, mencari dan mengevakuasi mayat," ujar dia.
Kedatangan FPI ke Aceh ungkapnya diawali pernyataan Gus Dur agar mayat korban tsunami dibakar. Tak ingin terjadi pembakaran mayat, mereka bertekad untuk mengebumikan korban tsunami secara layak.
"Kami waktu itu menjawab tantangan yang selalu memojokkan, mana yang sering ngomong jihad ke Palestina kok gak turun tangan, dan kami buktikan. Kami juga prihatin ada pernyataan udahlah mayat itu dibakar saja, almarhum Gus Dur bilang itu," tutur dia.
Dia menambahkan, tak hanya tim pemburu mayat, FPI pun membentuk tim negosiator. Tim ini dimaksudkan guna menjembatani TNI dan GAM waktu itu agar mengedepankan evakuasi jenazah daripada berperang.
"Waktu itu kami punya tim khusus negosiasi kepada TNI dan GAM, kami bilang FPI datang bukan untuk urusan politik tapi datang untuk meringankan musibah, tolong bantu jangan kedepankan konflik. Hasilnya, kami mampu bertahan di Aceh kurang lebih selama delapan bulan dan tak ada gangguan sampai selesai evakuasi," katanya.(merdeka/25/12/14)

Jubir Hizbullah: “Jika Mereka Membom Gunung Qasiun di Damaskus, Kami Akan Serang Mekkah!”

Kamis 15 Syawal 1434 / 22 Agustus 2013 10:36

Faiz-Syakir


FAIZ Syakir, salah seorang juru bicara Hizbullah (Libanon, berbicara secara langsung dalam sebuah acara tv di OTV. “Hizbullah tidak akan dapat dimusnahkan. Hizbullah pasukan terkuat di kalangan negara-negara Arab. Lebih kuat daripada seluruh peradaban di dunia dari segi ekonomi, kekuatan militer dan sosial,” ujar Syakir, dan kemudian rekamannya juga beredar di youtube.
Pernyataan Syakir ini sehubungan dengan adanya ancaman Bandar bin Sultan—putera mahkota Raja Qatar yang akan menyerang Basyar al-Assad. “Apa lagi yang kalian pikirkan? Kami tidak takut pada ancaman itu? Bahkan kami tidak takut pada Saudi, sekalipun dengan seluruh kekuatannya, dari raja hingga rakyat mereka yang terakhir. Mereka pikir, mereka siapa?”
“Jika mereka membom Gunung Qasiun di Damaskus, pusat kekuatan militer Basyar, maka kami akan menyerang Mekah di depan kepala mereka sendiri!”
Wartawan yang hadir di situ sontak melontarkan pertanyaan, “Mekkah? Bukankah itu tempat suci bagi mereka?”
“Biarkan saya berbicara. Saya tidak peduli lagi semuanya. Ini fakta. Kami akan memusnahkan Mekkah dan Madinah, juga Jeddah dan Riyadh, dengan semua yang ada di dalamnya, yang tinggal dalam kota-kota ini. Ini fakta dan strategi kami. Keberadaan kami lebih penting dari ‘batu-batu’ dan ‘bukit-bukit’ mereka.”
Wartawan yang masih dalam keadaan terkejut, kembali bertanya, “Siapa yang akan memusnahkan Mekkah? Iran? Suriah? Hizbullah? Tempat itu adalah tempat suci bagi mereka…”
“Saya tidak akan mengatakannya. Tapi jika mereka mengancam kami, kami tahu bagaimana membalas ancaman itu,” demikian Syakir. [islampos/youtube]