Senin, 08 Desember 2014

Laporan Studi Lapangan




Manajemen Humas Lembaga Pendidikan Islam;
Upaya Meningkatkan Partisipasi dan Peran Masyarakat
dalam Proses dan Peningkatan Mutu Pembelajaran
(Studi Kasus di MA 1 Annuqayah Puteri)


Masyarakat dan Lembaga pendidikan sejatinya merupakan bagian integral masyarakat yang tidak bisa dipisahkan.[1] Keduanya saling membutuhkan dan saling melengkapi, bahu membahu dalam mengatasi dan menemukan solusi atas setiap persoalan kehidupan ini. Lembaga pendidikan yang berperan sebagai tempat anak didik menimba ilmu pengetahuan, tak akan mampu berbuat banyak tanpa mendapatkan dukungan dan kepercayaan masyarakat yang merupakan salah satu modal utama suksesinya proses pembelajaran.
Dukungan dan kepercayaan masyarakat pada sebuah lembaga pendidikan tidaklah lahir tiba-tiba. Kepercayaan tersebut merupakan sebuah hasil dari proses yang amat panjang dengan ditunjang oleh berbagai faktor, yang salah satunya faktor dominan adalah ketokohan dari figur pengelola lembaga pendidikan tersebut. Itulah yang selama ini “dirasakan” oleh lembaga pendidikan yang berada dalam naungan pondok pesantren. Adanya figur sentral (pengasuh/kiai) dengan segala sikap arif dan kebijaksanaannya mampu melahirkan kepercayaan dan kepasrahan penuh dari masyarakat pada proses pendidikan yang akan dijalani oleh putera-puteri mereka, tanpa adanya perasaan curiga maupun waswas sedikitpun.
Namun, dengan berkembangnya persoalan dan tuntunan zaman yang kian kompleks, kepercayaan masyarakat pun mulai berorientasi kritis. Mereka mulai bertanya-tanya, tentang proses pendidikan yang akan dialami putera-puterinya saat menghabiskan waktunya dalam sebuah lembaga pendidikan. Kontrol mereka yang awalnya “pasrah total” pada kebijakan lembaga pendidikan kini mulai bergeser pada “kepercayaan kritis” yang ikut pula mengontrol proses pembelajaran putera-puterinya. Pergeseran ini sejatinya disebabkan atas adanya kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda ditengah-tengah masyarakat. Oleh karenanya, Lembaga pendidikan dalam hal ini dituntut untuk membangun dan membina komunikasi aktif dengan segenap elemen masyarakat agar kepercayaan dan dukungan mereka tetap terkendali.
Inilah yang menjadi salah satu faktor pentingnya manajemen hubungan masyarakat dalam tata kelola sebuah lembaga pendidikan. Manajemen humas yang oleh sebagian kalangan dianggap sebagai seni, atau ilmu yang bertujuan membina dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap suatu individu atau lembaga tertentu. Sementara dalam lembaga pendidikan, ia merupakan serangkaian pengelolaan kegiatan yang berkaitan dengan upaya peningkatan kepercayaan atau bertujuan untuk menciptakan dan mengembangkan persepsi citra positif lembaga pendidikan di masyarakat.[2]
Dalam studi lapangan tentang manajemen humas ini, kami mengambil lokasi pada lembaga pendidikan yang berada dalam naungan Pondok Pesantren yaitu pada Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Puteri Guluk-Guluk Sumenep - Madura. Hal ini disebabkan karena masih adanya tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap kualitas pendidikan yang dikelola oleh pondok pesantren. Atas adanya kepercayaan tersebut, kami ingin melihat tindakan atau langkah apa saja yang selama ini dilakukan oleh pihak lembaga untuk membina dan mengembangkan kepercayaan masayarat, dan bagaimana cara pihak lembaga pendidikan membina komunikasi aktif dengan para wali siswa guna meningkatkan peran mereka untuk ikut serta menyukseskan proses pembelajaran yang telah ditetapkan di lembaga pendidikan.
“sejatinya, jauh sebelum ilmu tentang hubungan masyarakat (humas) itu mengemuka, lembaga pendidikan yang berada dalam naungan pesantren telah melakukan aktivitas itu. Ini bisa dibuktikan dengan adanya Haflatul Imtihan (Haflah) yang rutin dilaksanakan tiap tahun oleh setiap madrasah. Dalam haflah tersebut, hubungan silaturrahiem antara wali siswa dengan lembaga, terjalin dengan baik” ungkap Bapak Afif Riadi, M.Pd.I selaku Kepala Madrasah Aliyah Puteri 1 Annuqayah saat mengawali diskusi tengan Manajemen Humas.
Namun demikian, pihaknya mengakui bahwa pada zaman ini komunikasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat tidak bisa sekedar dicukupkan dengan cara silaturrahiem melalui haflatul imtihan tersebut. Karena itu, dalam beberapa tahun terakhir ini pihaknya bersama Waka Humas yang saat ini dijabat oleh K. Muzayyin telah berupaya melakukan beberapa hal, agar masyarakat semakin berperan aktif dalam “mengontrol” proses pembelajaran anak didiknya di madrasah. Beberapa program tersebut antar alain: Pertama, Mengadakan Temu Wali Siswa setiap akhir semester. Dalam kegiatan ini, madrasah memberikan laporan berkaitan yang berkaitan dengan hasil proses pembelajaran yang telah ditempuh oleh anak didik dalam satu semester. Prestasi-prestasi yang telah dicapai siswa diumumkan dihadap wali siswa, sekaligus menyosialisasikan beberapa program unggulan yang telah berjalan maupun yang telah direncakan untuk dilaksanakan di semester berikutnya. Dalam forum tersebut pula terbangun komunikasi aktif dengan wali siswa mengenai hal-hal yang perlu dikembangkan di lembaga pendidikan. Dalam forum tersebut, pihak Madrasah juga memaksimalkan peran wali kelas untuk bersilaturrahiem secara khusus dengan wali siswa. “setelah pertemuan dengan semua wali siswa yang bersifat umut, kami memberikan waktu khusus bagi wali kelas untuk bertemu wali siswa di kelas masing-masing, pertemuan tersebut diisi diskusi dan penjelasan mengenai kondisi anak didik secara spesifik dan hal-hal yang perlu dilakukan oleh orang tua siswa dalam mengontrol pembelajaran anak, dalam forum tersebut juga disosialisasikan mengenai aturan pembelajaran di madrasah” ungkat pak Afif selaku Kepala MA 1 Annuqayah Puteri.
Kedua, Membuat Laporan Tentang Perkembangan Madrasah. Laporan ini bersifat tertulis yang berisi ulasan singkat tentang perkembangan madrasah, baik yang berkenaan dengan sarana prasarana, pendanaan dan juga beberapa kegiatan yang menjadi program prioritas di lembaga tersebut. Laporan sinkat tersebut dibagi-bagikan kepada segenap wali siswa yang hadir pada acara temu wali yang rutin dilaksanakan setiap akhir semester.
Ketiga, Mengadakan Istighasah bersama. Program ini dilaksanakan setiap menjelang pelaksanaan Ujian Nasional. Sebagaimana yang diungkapkan K. Muzayyin, Istighasah bersama sejatinya tidak hanya bertujuan mendoakan agar semua siswa lulus dalam ujian nasioanl, namun lebih dari pada itu adanya istighasah dan doa bersama tersebut juga bertujuan agar Tuhan senantiasa memberikan ilmu yang bermanfaat bagi semua anak didik, mengingat mereka telah hampir sampai pada batas akhir pembelajaran ditingkatkan Aliyah. Hal itu juga dimaksudkan agar anak didik senantiasa diberikan kekuatan untuk tetap mampu mempertahankan tradisi-tradisi kepesantrian saat mereka belajar di perguruan tinggi. “Istigahasah tersebut tidak sekedar bertujuan agar siswa kami lulus di UN. Namun juga bermaksud agar Allah berkenan memberikan ilmu yang telah mereka pelajar disini bermanfaat dan mereka juga diberikan kemampuan untuk tetap mengamalkan semua amalan dan tradisi pesantren yang selama ini telah mereka jalani” Ungkapnya penuh antusias. Ia pun melanjutkan, bahwa pihaknya seringkali kawatir dengan kebebasan pergaulan luar di perguruan tinggi, oleh sebab itu pihak madrasah merasa berkewajiban “membentengi” siswa dan juga memberikan penjelasan bagi segenap orang tua siswa tentang pentingnya pengawasan prilaku bagi anak didik saat menempuh pendidikan tinggi di luar daerah.
Keempat, Menyusun Profil Sekolah. Profil tersebut berisi penjelasan singkat mengenai perjalanan madrasah dari waktu ke waktu. Dalam buku tipis itu juga dijelaskan mengenai tingkat kemajuan madrasah mulai sejak berdiri sampai masa kini, lengkap dengan profil figur yang menjadi kepala sekolah di Madarasah. Beberapa prestasi siswa juga diuraikan secara rinci, dan juga berisi tentang kegiatan-kegiatan ektra kurkuler yang menjadi aktivitas tambahan anak didik selama menjadi siswa di MA 1 Puteri. Visi, Misi, Tujuan dan Kegiatan juga diuraikan secara jelas. Buku tersebut diberikan bagi setiap wali siswa angkatan pertama.
Kelima, Pertemuan Wali Siswa Baru (Angkatan Pertama). Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun ajaran baru yang diperuntukkan bagi wali siswa baru sejak tahun 2012 kemarin. Dalam kegiatan tersebut, dijelaskan mengenai proses pembelajaran yang diterapkan di MA 1 Annuqayah Puteri. Pada kegiatan tersebut, pihak lembaga membangun komitmen bersama dengan orang tuan siswa untuk saling bahu membahu dan bekersjasa mengontrol aktivitas pembelajaran siswa guna menyukseskan tujuan pembelajaran yang telah diterapkan oleh pihak madrasah.
Selain itu, komunikasi aktif dengan berbagai kalangan masyarakat terutama para alumni dilakukan dengan menggunakan media sosial jenis Facebook. Meski akun tersebut terkesan “tidak resmi” namun terbukti mampu menjalin komunikasi aktif dengan berbagai kalangan. Melalui jejaring tersebut, baik secara personal maupun kelembagaan beberapa guru atau pimpinan madrasah melakukan komunikasi intens dengan berbagai kalangan. Komunikasi tersebut sangat penting dilakukan untuk “memantau” keberadaan dan kondisi para alumninya. “Kami memang memiliki grup facebook Alumni MA 1 Pi Annuqayah” dari forum tersebut kita tetap membangun komunikasi aktif dengan berbagai alumni, ya meskipun itu hanya sekedar bertegur sapa. Namun hal itu kan merupakan “media” silaturrahmi, sehingga hubungan murid dan guru, maupun teman ke teman tidak terputus begitu saja” ungkap Pak Afif Selaku kepala MA 1 Pi.
Pak Afif juga mengungkapkan bahwa sebenarnya MA 1 Annuqayah Puteri juga telah memilik Blog Resmi yang berisi ulasan atau berita mengenai aktivitas pembelajaran di madrasah. Namun pihaknya mengakui bahwa sampai saat ini blog tersebut belum terkelola dengan baik. Awalnya blog tersebut aktif mengupload berita secara berkala, namun seiring dengan adanya kebijakan pesantren yang membtasi siswa dalam mengakses internit, akhirnya program tersebut pun mandeg. Kita masih berencana untuk membuat website resmi, sekarang masih pada tahap pemesanan. Mungkin tahun depan sudah bisa launching” pungkasnya.

Dari beberapa kegiatan tersebut, Madrasah Aliyah (MA) 1 Puteri Annuqayah berupaya membangun komunikasi aktif dengan segenap elemen masyarakat, terutama dengan wali siswa guna meningkatkan kepedulian dan kepercayaan mereka dengan proses pembelajaran yang berlangsung di lembaga pendidikan tersebut.
 sumber: Abd Warits

[1] Lihat Mulyono, Teknik Manajemen Humas dalam Pembangan Lembaga Pendidikan Islam, dalam Jurnal Ulumuna; Jurnal Studi Keislaman, diterbirkan oleh Intitut Islam Negeri Mataram, Volume XV-Nomor 1-Juni 2011, hal.  173
[2] Telaah pada Ira Nur Harini, Manajemen Hubungan Masyarakat dalam Upaya Peningkatan Pencitraan Sekolah; Studi Kasus di SMP Al-Hikmah Surabaya, dalam Jurnal Inspirasi Manajemen Pendidikan, Vol. 4. No. 4, April 2014, hal. 9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar