Senin, 08 Desember 2014

PENTINGNYA HUMAS DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN MASYARAKAT DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN



BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang
Pengembangan pendidikan bukanlah pekerjaan sederhana karena pengembangan tersebut memerlukan adanya perencanaan secara terpadu dan menyeluruh. Terkait dengan fungsi lembaga pendidikan sebagai salah satu tempat meningkatkan sosial budaya masyarakat, maka hubungan dengan masyarakat tidak dapat dipisahkan. Hubungan lembaga pendidikan sekolah dan masyarakat adalah bagian internal yang tidak dapat dipisahkan yaitu mempunyai substansi sebagai sarana komunikasi two way traffic comunication dan bersama-sama untuk bertanggung jawab kearah terciptanya tujuan pendidikan yang dicita-citakan bersama.
Salah satu manajemen yang penting di sekolah adalah manajemen hubungan masyarakat (humas), karena sekolah berada ditengah-tengah masyarakat dan selalu berhubungan dalam menjalin kerja sama yang pedagogis dan sosiologis yang menguntungkan kedua belah pihak. Hubungan masyarakat telah diformulasikan dengan cara yang berbeda-beda bergantung pada lembaga atau organisasi yang membuat formulasi tersebut.
Makin majunya pemahaman masyarakat akan pentingnya pendidikan menjadikan kerja sama sekolah dengan masyarakat sebagai kebutuhan vital. Kerja sama tersbut dimaksudkan demi kelancaran pendidikan di sekolah pada umumnya dan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada khususnya. Sekolah merupakan salah satu bagian dari sebuah masyarakat, jadi pengaturan sekolah harus dilihat dalam hubungannya dengan komponen-komponen penyelenggara pendidikan lainnya kemudian dihubungkan dengan seluruh program masyarakat.
Berangkat dari titik tolak pemikiran ini maka perlu ada pengaturan hubungan antara sekolah dan masyarakat, humas dengan sekolah adalah salah satu bagian dari substansi administrasi pendidikan di sekolah, dengan adanya hubungan sekolah dengan masyarakat, sekolah dapat mengetahui sumber-sumber yang ada dalam masyarakat yang kemudian didayagunakan untuk kepentingan kemajuan pendidikan anak di sekolah. Di lain pihak, masyarakat juga dapat mengambil manfaat dengan turut mengenyam dan menyerap ilmu pengetahuan sekolah. Dari sini kehidupan masyarakat akan ditingkatkan, oleh karenanya, masyarakat dapat mengerti dan memahami tujuan pendidikan dan pelaksanaan pendidikan yang berlangsung di sekolah tersebut.[1]
Dalam hal ini Immegart (1972: 44) mengungkapkan bahwa Hanya sistem yang terbuka yang memiliki negentropy, yaitu suatu usaha yang terus menerus untuk menghalangi kemungkinan terjadinya entropy (kepunahan).[2]
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat dan sekolah mempunyai keterkaitan dan saling berperan satu sama lain. Apalagi pada zaman sekarang ini, pemerintah telah mensosialisasikan adanya desentralisasi pendidikan dimana sekolah mempunyai hak untuk mengatur sekolahnya sendiri.
Muhammad Noor Syam (1986: 199) dalam bukunya Filsafat Pendidikan Pancasila mengungkapkan bahwa Hubungan masyarakat dengan penddidikan sangat bersifat korelatif, bahkan seperti ayam dengan telurnya. Masyarakat maju karena pendidikan, dan pendidikan yang maju hanya akan di temukan dalam masyarakat yang maju pula.

Sejalan dengan konsep diatas, sudah berkali-kali pemerintah menyerukan bahwa pendidikan adalah tanggungjawab bersama antara pemerintah, orang tua dan masyarakat. Sedangkan Kaufman (1972: 30) mengemukakan bahwa partner pendidikan tidak terdiri dari ketiga komponen tersebut, melainkan terdiri dari para guru, para siswa dan para orang tua/masyarakat.[3]
Keberadaan hubungan masyarakat bukan hanya perlu untuk membina hubungan dengan pihak luar. Namun sangat penting untuk memberikan informasi ke dalam, baik kepada pimpinan maupun sesame karyawan dan guru sendiri, jadi jelaslah bahwa dalam public relation terdapat suatu usaha untuk mewujudkan suatu hubungan yang harmonis antara sekolah dengan piublik sehingga akan muncul opini public yang menguntngkan bagi kehidupan sekolah tersebut. Sebagaimana tergambar dalam bagan di bawah ini,
                     Bantuan
                         Umpan Balik
                        

                            

            
            Bantuan 
          
                          Umpan Balik

Mengingat begitu pentingnya peranan humas dalam lembaga pendidikan maka pemakalah terdorong untuk melakukan pembahasan tentang Pentingnya Humas Dalam Membangun Hubungan Dengan Masyarakat Dalam Lembaga Pendidikan”
B. Rumusan Masalah
      Berdasarkan latar belakang di atas, terdapat beberapa permasalahan yang akan diteliti dan dibahas serta dirumuskan sebagai berikut:
1.      Apakah yang dimaksud dengan manajemen humas?
2.      Bagaimana peran humas dan masyarakat terhadap sekolah?
3.      Bagaimanakah pelaksanaan program dalam membangun hubungan dengan masyarakat
C. Tujuan
      Sejalan dengan perumusan masalah tersebut diatas, maka tujuan penulisan ini adalah :
1.      Untuk mengetahui pengertian humas dalam membangun hubungan dengan masyarakat.
2.      Untuk mengetahui Bagaimana peran humas dan masyarakat terhadap sekolah
3.      Untuk mengetahui pelaksanaan program dalam membangun hubungan dengan masyarakat.








BAB II
PEMBAHASAN
A.           Manajemen Hubungan Masyarakat
1.         Pengertian Humas di Lembaga Pendidikan
Menurut definisi kamus terbitan Institute of Public Relation (IPR), yaitu sebuah lembaga humas terkemuka di Inggris dan Eropa, terbitan November 1987,”Humas adalah keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya”. Jadi Humas adalah suatu rangkaian kegiatan yang terorganisasi sedemikian rupa sebagai suatu rangkaian kampanye atau program terpadu, dan semuanya  itu berlangsung secara berkesinambungan dan teratur. Kegiatan Humas sama sekali tidak bisa dilakukan secara sembarangan atau mendadak. Tujuan Humas itu sendiri adalah untuk memastikan bahwa niat baik dan kiprah organisasi yang bersangkutan senantiasa dimengerti oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan (khalayak atau publiknya).[4]
Pada pertemuan asosiasi-asosiasi Humas seluruh dunia di Mexico City, Agusrtus 1987, ditetapkan definisi Humas sebagai berikut: Humas adalah sesuatu seni sekaligus disiplin ilmu sosial yang menganalisa berbagai kecenderungan, memprediksi setiap kemungkinan konsekuensi dari setiap kegiatannya, memberikan masukan dan saran-saran kepda para pemimpin organisasi dan mengimplementasikan program-program tindakan yang terencana untuk melayani kebutuhan organisasi dan kebutuhan khalayak. Frase “menganalisa kecenderungan” mengisyaratkan bahwa dalam Humas perlu diterapkan  teknik-teknik penelitian ilmu sosial dalam suatu orgnisasi, yaitu menonjolkan tanggung jawab organisasi kepada kepentingan publik atau kepentingan masyarakat luas. Setiap organisasi dinilai berdasarkan kebrhasilan dalam melaksanakan manajemen organisasi. Humas adalah bagian dari sebuah organisasi yang juga menentukan keberhasilan suatu organisasi.[5]
Kegiatan Humas (Public Relation) pada hakekatnya adalah komunikasi.[6] Komunikasi menurut Onong Uchjana Effendi adalah penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat atau perilaku, baik langsung secara lisan maupun tidak langsung (melalui media).[7]
Namun komunikasi dalam Humas berbeda dengan jenis kegiatan komunikasi lainnya. Kegiatan komunikasi dalam Public Relation mempunyai ciri-ciri tersebut, disebabkan karena fungsi sifat orgnisasi dari lembaga dimana Public Relation itu berada dan berlangsung, sifat-sifat manusia yang terlibat, publik yang menjadi sasarandan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhinya. Ciri hakiki dari komunikasi dalam Public Relation (Humas) adalah komunikasi yang bersifat timbal balik (two way traffic. Komunikasi yang bersifat timbal balik ini penting dan mutlak harus ada dalam Public Relation, dan terciptanya feed back merupakan prinsip pokok Public Relation (Humas).
Secara struktural, Public Relation (Humas) merupakan bagian integral dari suatu kelembagaan dan bukan suatu fungsi atau bagian yang berdiri sendiri. Public Relation (Humas) adalah penyelenggara komunikasi timbal balik antara suatu lembaga dengan publik yang mempengaruhi sukses tidaknya lembaga tersebut. Dari pihak suatu lembaga, komunikasi seperti ini ditujukan untuk menciptakan saling pengertian dan dukungan bagi terciptanya tujuan, kebijakan dan tindakan lembaga tersebut.
Dengan kata lain, Public Relation (Humas) berfungsi menumbuhkan hubungan baik antara segenap komponen pada suatu lembaga dalam rangka memberikan pengertian, menumbuhkan dan mengembangkan pengertian dan kemauan baik (goog will) publiknya serta memperoleh opini publik yang menguntungkan atau untuk menciptakan kerjasama berdasarkan hubungan yang baik dengan publik.
Dalam hal ini akan tercermin karakter komunikasi untuk saling memahami dan mengenal.
Di dalam beberapa ayat al-Qur’an Allah berfirman, sebagaimana ayat al-Qur’an:
$pkšr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# $¯RÎ) /ä3»oYø)n=yz `ÏiB 9x.sŒ 4Ós\Ré&ur öNä3»oYù=yèy_ur $\/qãèä© Ÿ@ͬ!$t7s%ur (#þqèùu$yètGÏ9 4 ¨bÎ) ö/ä3tBtò2r& yYÏã «!$# öNä39s)ø?r& 4 ¨bÎ) ©!$# îLìÎ=tã ׎Î7yz ÇÊÌÈ
Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al-Hujarat: 13).[8]

Dalam ayat lain Allah berfirman:
žcÎ) ©!$# Ĩ$¨Y9$$Î/ Ô$râäts9 ÒOŠÏm§ ÇÊÍÌÈ
“Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia”. (Al-Baqarah 143).[9]

ôMt/ÎŽàÑ ãNÍköŽn=tã èp©9Ïe%!$# tûøïr& $tB (#þqàÿÉ)èO žwÎ) 9@ö6pt¿2 z`ÏiB «!$# 9@ö6ymur z`ÏiB Ĩ$¨Y9$#
“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia”. (Al-Imran 112).[10]
Dari ayat di atas dapat diambil beberapa “Ibrah” bahwa Humas pada hakekatnya adalah komunikasi, namun dalam Islam di samping komunikasi dengan makhlu juga dicantumkan komunikasi dengan Allah. Oleh karena itu harus memiliki aturan-aturan yang tidak melanggar ajaran syari’at Islam.
Humas dalam masyarakat adalah suatu cara ntuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat melalui pendekatan sosiologis dan ajakan memberi yang komulatif sehingga timbul saling mengerti (mutual understanding),  saling kesepakatan (mutual agreement), saling memberi manfaat bersama (mutual benefits).[11]
Dalam konsep Islam hal itu kita kenal dengan konsep :
a)      Ta’aruf (saling mengenal)
b)      Tafahum (saling memahami)
c)      Tarahum (saling mengasihi)
d)     Ta’awun (saling kerjasama).[12]
Jadi hakekat Humas dalam manajemen Lembaga Pendidikan Sekolah dapat diartikan suatu proses hubungan timbal balik (two-way Traffic) antara lembaga pendidikan sekolah dengan masyarakat yang dilandasi dengan I’tikad Ta’aruf (saling mengenal), Tafahum (saling memahami), Tarahum (saling mengasihi) dan Ta’awun (saling kerjasama) dalam rangka mencapai tujuan yang telah direncanakan sebelumnya.
2.         Hubungan Masyarakat dan Sekolah
Hubungan atau comunication secara sederhana dapat diartikan sebagai proses penyampaian berita dari seseorang ke orang lain. Sedangkan mengenai Humas (Hubungan Masyarakat) sampai sekarang masih banyak orang mempunyai penafsiran yang berbeda, kebanyakan dari mereka mendefinisikannya sesuai dengan cara mereka mempraktekkannya.
Lembaga Hubungan Masyarakat Malaysia (IPRM) menjelaskan bahwa hubungan masyarakat adalah suatu usaha yang disengaja, direncanakan dan diteruskan untuk menjalin dan membina saling pengertian diantara organisasi dan masyarakatnya. [13]

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa keterlibatan masyarakat mempunyai peran yang cukup besar bagi perkembangan organisasi di masa yang akan datang. Begitu juga dengan sekolah, suatu sekolah bisa dikatakan sukses jika mampu mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Karena bagaimanapun juga pendidikan adalah tanggungjawab bersama antara orang tua, sekolah dan masyarakat.
Muhammad Noor Syam (1986: 199) dalam bukunya Filsafat Pendidikan Pancasila mengungkapkan bahwa;
Hubungan masyarakat dengan penddidikan sangat bersifat korelatif, bahkan seperti ayam dengan telurnya. Masyarakat maju karena pendidikan, dan pendidikan yang maju hanya akan di temukan dalam masyarakat yang maju pula.
Dari uraian tersebut diatas, jelas bahwa pada hakekatnya keterlibatan masyarakat mempunyai peran yang cukup besar bagi kesuksesan suatu organisasi. Untuk itulah bagi setiap organisasi perlu meningkatkan kerja sama yang baik dengan masyarakatnya sehingga keberhasilan akan diraih sesuai dengan harapan.
Layanan Riset Pendidikan dan Asosiasi Nasional Kepala pendidikan Dasar di Alexandria merumuskan beberapa teknik meningkatkan keterlibatan berbagai pihak dalam menyelenggarakan pendidikan adalah sebagai berikut;
a.       Layanan masyarakat. Dalam hal ini lembaga pendidikan harus mempelajari kebutuhan masyarakat dan berusaha memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat.
b.      Program Pemanfaatan Alumni Sekolah. Lembaga bisa melibatkan alumni-alumni yang sukses sebagai pembicara dalam seminar-seminar atau kegiatan lain untuk meningkatkan semangat siswa-siswanya.
c.       Masyarakat sebagai Model. Masyarakat sebagai model siswa di sekolah, terutama masyarakat yang telah berhasil dalam kehidupannya.
d.      Open House. Lembaga pendidikan secara terbuka bersedia diobservasi oleh masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui penyelenggaraan pendidikan di lembaga tersebut.
e.       Pemberian kesempatan kepada masyarakat. Lembaga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk ikut terlibat dalam penyelenggaraan penadidikan.
f.       Masyarakat sebagai sumber informasi. Lembaga selalu mencari isu-isu dalam masyarakat guna mengembangkan lembaganya.
g.      Diskusi panel. Siswa, orang tua, staf dan pekerja mengadakan pertemuan untuk menindaklanjuti kegiatan hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat.
h.      Memberdayakan orang-orang kunci. Lembaga juga bisa memberdayakan orang-orang kunci dalam masyarakat seperti kyai, sesepuh desa, pengusaha sukses, ketua RT, RW dan lain sebagainya untuk diikutkan dalam memikirkan program pengembangan sekolah.[14] 
Sedangkan menurut H.M Daryanto (1998: 76) sarana-sarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah sebagai berikut;
    1. Sistem visual yaitu sistem komunikasi dengan mempergunakan alat-alat yang dapat dilihat dengan panca indra seperti majalah, surat kabar, poster, gambar, dan lain sebagainya.
    2. Sistem audio yaitu dengan menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan indra pendengaran seperti rapat-rapat, kontak dengan telephon, telegram dan lain sebagainya.
    3. Sistem audio visual yaitu sistem komunikasi dengan mempergunakan alat-alat indra penglihatan dan pendengaran seperti televisi, film dan lain sebagainya.[15]

3.         Peran Sekolah Terhadap Masyarakat
Organisasi pendidikan (sekolah) merupakan suatu sistem yang terbuka. Sebagai sistem terbuka, sekolah pasti akan mengadakan hubungan dengan masyarakat di sekelilingnya. Sekolah yang maju pasti akan banyak mengadakan hubungan dengan lembaga-lembaga lain di luar sekolah, contohnya dalam hal beasiswa, PHBI, praktek ketenaga-kerjaan dan masih banyak lagi yang lain.
Dalam hal ini Immegart (1972:44) mengungkapkan bahwa
Hanya sistem yang terbuka yang memiliki negentropy, yaitu suatu usaha yang terus menerus untuk menghalangi kemungkinan terjadinya entropy (kepunahan).[16]
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat dan sekolah mempunyai keterkaitan dan saling berpengaruh satu sama lain. Lembaga yang berkualitas baik akan terus berusaha memfungsikan dan mengatur manajemen humasnya dengan melakukan hubungan dengan lembaga-lembaga lain diluar sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikannya.
Dari uraian tersebut diatas, jelas terlihat bahwa lembaga pendidikan mempunyai peran cukup besar terhadap masyarakat dan juga sebaliknya masyarakat juga mempunyai peran cukup besar bagi penyelenggaraan pendidikan. Mengenai peran sekolah terhadap masyarakat beberapa ahli berbeda bendapat sebagai berikut;
Stoop (1981: 463-464) menjelaskan bahwa pada hakekatnya lembaga mempunyai 2 fungsi terhadap masyarakat yaitu fungsi layanan dan fungsi pemimpin. Dikatakan fungsi layanan karena ia melayani kebutuhan masyarakat, baik itu pendidikan, pengajaran maupun kebutuhan daerah-daerah setempat. Dikatakan sebagai pemimpin karena ia memimpin masyarakat disertai dengan penemuan-penemuannya untuk memajukan kehidupan masyarakat.[17] 
Fuad Ihsan (1997: 98-99) mengutip pendapatnya Sapiah Faisal (1980) dalam bukunya dasar-dasar kependidikan menyebutkan 4 peran sekolah terhadap perkembangan masyarakat adalah sebagai berikut;
a.       Mencerdaskan kehidupan bangsa
Kecerdasan masyarakat dapat dikembangkan melalui pendidikan formal dan non formal. Kecerdasan memang sangat penting bagi perkembangan masyarakat. Masyarakat yang tingkat kecerdasannya tinggi akan mudah memecahkan problema hidup dalam masyarakat.
b.      Membawa pembaharuan bagi perkembangan masyarakat.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan akan banyak melakukan penelitian untuk meningkatkan kualitasnya. Penelitian tersebut akan menghasilkan penemuan-penemuan baru yang pada akhirnya akan dipergunakan untuk meningkatkan perkembangan masyarakat.
c.       Melahirkan warga masyarakat yang siap dan terbekali bagi kepentingan kerja di lingkungan masyarakat.
Untuk terjun kelapangan pekerjaan diperlukan bekal yang matang, pengetahuan, sikap dan keterampilan. Sekolah akan berusaha menyusun kurikulumnya secara fleksibel terhadap perkembangan zaman sehingga akan menghasilkan out put yang siap pakai.
d.      Melahirkan sikap positif dan konstruktif  bagi warga masyarakat, sehingga tercipta integrasi social yang harmonis di tengah-tengah masyarakat.
Sikap positif dan konstruktif sungguh sangat didambakan oleh masyarakat dan sekolah telah berusaha membekali siswanya sejak sekolah dasar lewat pendidikan agama, pendidikan moral pancasila, maupun bidang studi yang lain.
4.         Peran Masyarakat Terhadap Sekolah
Masyarakat sebagai lembaga pendidikan ketiga setelah keluarga dan sekolah mempunyai peran cukup besar terhadap berlangsungnya aktivitas yang menyangkut masalah pendidikan. suatu kenyataan bahwa masyarakat dikatakan maju karena pendidikan yang maju, dan sebaliknya masyarakat yang kurang kurang memperhatikan pembinaan pendidikannya, akan tetap terbelakang. oleh sebab itulah, dengan segala komponen yang ada di dalamnya, sudah seharusnyalah masyarakat terlibat dalam dunia pendidikan.
Muhammad Noor Syam (1996: 197) dalam bukunya Filsafat Pendidikan dan Dasar Pendidikan Pancasila mengungkapkan bahwa
Masyarakat sebagai totalitas memiliki physical environmen (lingkungan alamiah, benda-benda, iklim, kekayaan material) dan social environment (manusia, kebudayaan, dan nilai-nilai agama), sumber daya alam, sumber daya manusia dan budaya.
Dari situ jelas bahwa masyarakat dengan segala atribut dan identitas yang dimilikinya secara langsung pasti akan berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan. Beberapa ahli berpendapat berbeda sebagai berikut;
Fuad Ihsan dalam bukunya dasar-dasar kependidikan mengutip pendapatnya Tim Dosen IKIP-UNS menyebutkan bahwa pengaruh dan peran masyarakat terhadap pendidikan adalah sebagai berikut;
a.       Sebagai arah dalam menentukan tujuan
b.      Sebagai masukan dalam menentukan proses belajar mengajar
c.       Sebagai sumber belajar
d.      Sebagai pemberi dana dan fasilitas lainnya
e.       Sebagai laboratorium guna pengembangan dan penelitian sekolah
Hasbullah dalam bukunya dasar-dasar ilmu kependidikan menyebutkan bahwa peran masyarakat terhadap sekolah adalah sebagai berikut;
a.       Masyarakat berperan serta dalam mendirikan dan membiayai sekolah.
b.       Masyarakat berperan dalam mengawasi pendidikan agar sekolah tetap membantu dan mendukung cita-cita dan kebutuhan masyarakat.
c.       Masyarakatlah yang ikut menyediakan tempat pendidikan seperti gedung- gedung sekolah, perpustakaan, AULA dll.
d.      Masyarakatlah yang menyediakan berbagai sumber untuk sekolah. Sekolah bisa melibatkan masyarakat yang memiliki keahlian khusus seperti petani, pedagang, polisi, dokter dll.
e.       Masyarakat sebagai sumber pelajaran atau laboratorium tempat belajar. selain buku-buku pelajaran, masyarakat juga memberikan bahan pelajaran yang banyak sekali seperti industri, perumahan, transport, perkebunan, pertambangan dll.[18]
Dari beberapa uraian tersebut diatas jelas terlihat bahwa pada hakekatnya masyarakat mempunyai peran yang cukup besar bagi pendidikan. Realita dilapangan membuktikan bahwa perkembangan dalam masyarakat akan sangat berpengaruh terhadap pendidikan. Semakin maju suatu masyarakat maka pendidikan harus bisa mengerahkan segala daya upayanya untuk mengikuti perkembangan masyarakat tersebut kalau tidak mau ketinggalan zaman. Dari uraan di atas dapat disimpulkan dalam sebuah bagan sebagai berikut


B.            Manfaat Hubungan Timbal Balik Antara Masyarakat Dan Sekolah
Manajemen humas adalah manejemen yang mengatur hubungan antara orgaanisasi dan masyarakat. Manajemen humas mempunyai peran yang cukup besar bagi perkembangan suatu organisasi, karena bagaimanapun juga suatu organisasi tidak mungkin bisa berkembang dengan baik tanpa adanya hubungan baik dengan masyarakat disekitarnya.
Fuad Ihsan dalam bukunya Dasar-Dasar Kependidikan menyebutkan bahwa manfaat hubungan timbal balik antara sekolah dan masyarakat adalah sebagai berikut;[19]
1.      Bagi Masyarakat
a.    Adanya bantuan tenaga terdidik pada bidangnya, ini ikut memperlancar pembangunan di lingkungan masyarakat yang bersangkuta.
b.    Masyarakat akan dapat secara terbuka menyatakan realita di masyarakat tersebut kepada para terdidik yang dating/ada di lingkungan masyarakat tersebut.
c.    Meningkatkan cara berfikir, bersikap dan bertindak yang lebih maju terhadap program pemerintah di lingkungan masyarakat tersebut.
d.   Masyarakat akan lebioh mengenal fungsi sekolah untuk pembangunan bagi mereka sehingga mereka ikut memiliki sekolah tersebut.
e.    Masyarakat terdorong untuk makin maju dalam berbagai bidang kehidupannya, berkat kerjasama antara masyarakat dan sekolah.
2.      Bagi Sekolah
a.    Sekolah mendapat masukan dalam penyempurnaan pendidikan/pengajaran/PBM, akibat interaksi sekolah dengan masyarakat.
b.    Memberikan pengalaman langsung dan praktis bagi siswa dalam berbagai hlm.
c.    Mendekati masalah secara interdisipliner.
d.   Mengerti dan harus tanggap terhadap kebutuhan masyarakat dalam masa pembangunan ini.
e.    Terdorong untuk mengerti lebih banyak dalam berbagai segi masyarakat.
f.     Memanfaatkan nara sumber dari masyarakat.
g.    Sekolah banyak menerima bantuan dari masyarakat antara lain pemikiran, dana, sarana dan lain-alin.
h.    Memanfaatkan masyarakat sebagai laboratorium yang sesuai dengan keperluan siswa/mata pelajaran tertentu.

Sedangkan Made Pidarta menyebutkan secara rinci manfaat hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat adalah sebagai berikut ;[20]
Manfaat Hubungan Lembaga Pendidikan dengan Masyarakat.

Bagi Lembaga Pendidikan


Bagi Masyarakat


1.      Memperbesar dorongan mawas diri
2.      Mempermudah memperbaiki pendidikan.
3.      Memperbesar usaha meningkatkan profesi mengajar.
4.      Konsep pematangan guru/dosen menjadi benar.
5.      Mendapatkan koreksi dari kelompok masyarakat.
6.      Mendapatkan dukungan moral dari masyarakat.
7.      Memudahkan meminta bantuan dan material dari masyarakat.
8.      Memudahkan pemakaian media pendidikan di masyarakat.


1.      Tahu hal-hal persekolahan dan inovasinya
2.      Kebutuhan-kebutuhan masyarakat tentang pendidikan lebih mudah diwujudkan.
3.      Menyalurkan kebutuhan berpartisipasi dalam pendidikan.
4.      Melakukan usul-usul terhadap lembaga pendidikan.
Dari beberapa uraian tesebut diatas, jelas terlihat bahwa pada hakekatnya hubungan antara lembaga pendidikan dan masyarakat sangatlah bersifat korelatif, saling mendukung satu sama lain. Lembaga maju karena adanya dukungan dari masyarakat dan masyarakat bisa maju karena adanya pendidikan yang memadai. Karena bagaimanapun juga setiap peserta didik pasti akan terjun ke masyarakat.
Oleh sebab itulah, peran aktif masyarakat dalam memajukan pendidikan akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan pendidikanmasa depan. Dengan demikian, tujuan nasional yaitu mencerdasakan kehidupan bangsa dan memeratakan pendidikan dengan sistem Wajar (wajib belajar 9 Tahun) akan berhasil dan menghasilkan out put yang bermutu dan siap terjun di masyarakat dengan berbagai tantangan yang ada di dalamnya.
C.           Upaya Humas dalam Membangun Hubungan dengan Masyarakat
1.      Teknik Humas di Lembaga Pendidikan Sekolah
Tanpa bantuan dari masyarakat, sebuah lembaga pendidikan tidak dapat berfungsi dengan baik dan tanpa adanya program yang baik maka lembaga pendidikan akan gagal mencapai tujuannya. Karena itu, lembaga pendidikan perlu memberikan informasi pada masyarakat tentang lembaga tersebut dengan cara yang baik. Engan demikian, diharapkan masyarakat dapat memperoleh gambaran yang tepat tentang sekolah. Program tentang hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat hendaknya disusun sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan secara terus menerus yang mencakup aspek-aspek kegiatan di dalam lembaga pendidikan secara keseluruhan, bersifat luwes dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat tersebut.
Ada beberapa teknik dalam berhubungan dengan masyarakat dalam lembaga pendidikan antara lain:
a)      Laporan pada orangtua
Teknik in maksudnya adalah pihak sekolah memberikan laporan pada orang orangtua murid tentang kemajuan-kemajuan, prestasi dan kelemahan anak didik pada orangtuanya. Dengan teknik ini orangtua akan memperoleh penilaian terhadap hsil pekerjan anaknya, juga terhadap pekerjaan guru-guru di sekolah.
b)      Majalah sekolah
Majalah sekolah ini diusahakan oleh orangtua dan guru-guru i sekolah yang diterbitkan satu bulan sekali. Majalah ini dipimpin oleh orngtua dan murid-murid bahkan lumni termsuk pula ewan redaksi. Isi majalah ini menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan sekolah, karangan guru-guru, orangtua dan murid-murid, pengumuman-pengumuman dan sebagainya.
c)      Surat kabar sekolah
Kalau sekolah mampu menerbitkan surat kabar sekolah, maka berarti ia berarti bahwa sekolah dapat memberikan informasi yang lebih luas kepada orangtua atau masyarakat daerah sekitarnya.
d)     Pameran sekolah
Suatu pameran yang efektif untuk memberi informasi tentang hasil kegiatan dan keadaan sekolah kepada masyarakat, dapat diselenggarakan melalui pameran sekolah. Pameran sekolah akan menjadi lebih efektif lagi, kalau kegiatan-kegiatan itu disiarkan pers atau radio sehingga upaya tersebut dapat menarik banyak orang.
e)      “Open house”
open house adalah teknik untuk mempersilahkan masyarakat yang berminat untuk meninjau sekolah serta mengobservasi kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil pekerjaan murid atau karya penelitian guru bersama murid di sekolah, yang diadakan pada event tertentu. Misalnya, setahun sekali pada acara penutupan tahun pengajaran. Ada tiga langkah dalam pelaksanaan “open house” ini, yaitu:
a.       pengunjung diajak masuk ke dalam kelas atau auditorium sekolah untuk memberi penjelasan tentang tujuan dari open house yang dimaksud.
b.      Pengunjung dipersilahkan mengunjungi tempat-tempat yang telah disediakan akan hal-hal yang perlu dilihat.
f)       Kunjungan wali murid ke sekolah saat pelajaran di berikan
Orangtua dapat diberi kesempatan melihat anak-anaknya yang belajar di dalam kelas, juga diajak meilihat oroses aktifitas siswa di laboratorium, perlengkapan-perlengkapan dan sebagainya. Setelah selesai mengobservasi seluk-beluk sekolah, orangtua diajak berdiskusi dan mengadakan penilaian.
g)      Kunjungan ke rumah murid
Kunjungan ke rumah orangtua ini merupakan teknik yang sangat efektif dalam mengadakan hubungan dengan orangtua agar supaya dapat mengaetahui latar belakang hidup anak-anak. Banyak masalah yang dapat dipecahkan engan teknik ini antara lain, masalah kesehatan murid, ketidakhadiran murid, pekerjaan rumah, masalah kurangnya pengertian orangtua tentang sekolah dan sebagainya.
h)      Penjelasan personel sekolah
Kepala sekolah hendaknya berusaha agar semua personil sekolah memahami tentang kebijakan sekolah, organisasi sekolah dan semua kegiatan pendidikan dan pengajaran serta usaha-usaha lainnya. Mereka harus ditanamkan sikap loyalitasnya dan rasa kekeluargaan.
i)        Profil sekolah melalui kreasi murid
Informasi tentang keadaan sekolah dengan perantaraan murid-murid itu diberikan melalui perencanaan suatu kegiatan yang wajar, antara lain kalau sekolah itu terdapat di kota besar, maka gambaran itu diberikan melalui program siaran pemancar radio untuk menyiarkan sesuatu percakapan antara murid-murid atau antara murid dan guru, mislnya tentang cara makanan dan makanan sehat.
j)        Laporan tahunan
Laporan tahunan yang dibuat kepala sekolah harus diberikan kepada aparat pendidikan yang lebih atas. Laporan ini berisi masalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan sekolah termasuk kurikulum, personalia, anggaran biaya dan sebagainya. Selanjutnya aparat tersebut memberikan laporan kepada masyarakat.
k)      Organisasi perkumpulan alumni sekolah
Organisasi perkumpulan alumni sekolah adalah suatu alat yang sangat baik untuk imanfaatkan dalam memelihara serta meningkatkan hubungan antara sekolah dan masyarakat.
l)        Kegiatan ekstra kurikuler
Apabila ada beberapa kegiatan ekstra kurikuler yang sudah dianggap matang untuk ditunjukkan kepada orangtua murid dan masyarkat, seperti sepkbola, drama dan lain-lain, makasangat tepat sekalikegiatan tersebut ditampilkan ke hadapan masyarakat.
m)    Pendekatan secara akrab.[21]
2.      Asas dalam Manajemen Humas
Dalam melaksanakn tugas-tugasnya manajemen Humas harus memperhatikan asas yang berkaitan dengan humas, agar tugas-tugas tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien. Adapun asas-asas tersebut antara lain:[22]
a.       Asas objektif dan resmi
Semua informasi atau berita yang disampaikan keada masyarakat harus berupa suara resmi dari suatu instansi atau lembaga. Oleh karena itu, informasi yang disebarluaskan tidak boleh bertentangan dengan kebijaksanaan yang tengah dijalankan.
b.      Asas Organisasi yang Tertib dan Disiplin
Humas akan berfungsi apabila tugas-tugas pokok organisasi atau lembaga berjalan lancar, efektif, serta memiliki hubungan kerja ke dalam dan ke luar organisasi yang efektif pula.
c.       Asas Mendorong Partisipasi
Informsi harus mendorong tumbuhnya minat masyarakat agar ikut berpartisipasi atau memberikan dukungan secara wajar. Oleh karena itu, informasi atau berita yang disampaikan kepada masyarakat tidak sekedar dilihat dari kepentingan organisasi, tetapi harus dilihat dari pihak penerima informasi.
d.      Asas Kontinuitas Informasi
Humas harus berusaha agar masyarakat memperoleh informasi secara menerus seuai dengan kebutuhan. Untuk itu, informasi lisan dan tertulis dapat dilakukan secara berkala dan pada waktu tertentu.
e.       Asas Pemerhatian Respons Masyarakat
Rspons yang timbul dikalngn masyarakat sebagai feed back harus mendapat perhatian sepenuhnya. Respons masyarakat dapat berbentuk saran, pendapat, kritik, keluhan dn prtanyaan. Semua respons itu harus diseting agar dapat digunakan untuk memperbaiki kegiatan-kegiatan dalam rangka memenuhi harapan masyarakat.
Hubungan kerja sama lembaga pendidikan sekolah dan masyarakat itu dapat digolongkan menjadi tiga jenis hubungan, yaitu:
1)            Hubungan Edukatif
Hubungan dukatif disini ialah hubungan kerja sama dalam hal mendidik murid, antara guru di sekolah dan orangtua di keluarga. Adanya hubungan ini dimaksudkan agar tidak terjadi perbedaan prinsip atau bahkan pertentangan yang dapat mengakibtkan keragu-guan pendirian dan sikap pada diri anak atau murid. Antara sekolah yang diwakili oleh guru dan orangtua tidak saling berbeda atau berselisih paham, baik tentang norma-norma etika maupun norma-norma sosial yang hendak ditanamkan kepada anak-anak mereka.           
2)            Hubungan Kultural
Hubugan kultural yang dimaksud adalah usaha antara sekolah dan masyarakat yang memungkinkan adanya saling membina dan mengembangkan kebudayaan masyarakat tempat sekolah tersebut berada. Diharapkan sekolah menjadi titik pusat dari sumber tempat terpencarnya norma-norma kehidupan (norma agama, etika dan estetika).
3)            Hubungan Institusional
Hubungan institusional yaitu hubungan kerjasama antara sekolah dengan lembaga-lembaga atau instansi-instansi lain, baik swasta maupun pemerintah. Seperti hubungan kerjasama ekolah dengn sekolah lain, engan kepala pemerintahan setempat, jawatan penerangan, jawatan perikanan dan peternakan, dengan peruhaan-perusahan negara atau swasta yang berkaitan dengan perbaikan dan perkembangan pendidikan pada umumnya.[23]












BAB III
KESIMPULAN
Humas adalah sesuatu seni sekaligus disiplin ilmu sosial yang menganalisa berbagai kecenderungan, memprediksi setiap kemungkinan konsekuensi dari setiap kegiatannya, memberikan masukan dan saran-saran kepda para pemimpin organisasi dan mengimplementasikan program-program tindakan yang terencana untuk melayani kebutuhan organisasi dan kebutuhan khalayak.
Pada hakekatnya hubungan antara lembaga pendidikan dan masyarakat sangatlah bersifat korelatif, saling mendukung satu sama lain. Lembaga maju karena adanya dukungan dari masyarakat dan masyarakat bisa maju karena adanya pendidikan yang memadai. Karena bagaimanapun juga setiap peserta didik pasti akan terjun ke masyarakat.
Pelaksanaan program dalam membangun hubungan dengan masyarakat ada beberapa teknik dalam berhubungan dengan masyarakat dalam lembaga pendidikan antara lain: Laporan pada orangtua, majalah sekolah, surat kabar sekolah, pameran sekolah “Open house”, Kunjungan wali murid ke sekolah saat pelajaran di berikan, kunjungan ke rumah murid, penjelasan personel sekolah, profil sekolah melalui kreasi murid, laporan tahunan, organisasi perkumpulan alumni sekolah, kegiatan ekstra kurikuler dengan berasaskan dalam Manajemen Humas, asas objektif dan resmi, asas Organisasi yang Tertib dan Disiplin, asas Mendorong Partisipasi, asas Kontinuitas Informasi, asas Pemerhatian Respons Masyarakat


DAFTAR PUSTAKA
Anggoro, M. Linggar. 2000. Teori daaan Profesi Kehumasan serta Aplikasinya di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara..
Austin, Claire. 2001. Public Relations yang Sukses dalam Sepekan, Brithish Institute of Manangement, diterjemahkan oleh Anton Adiwiyoto. Jakarta: PT. Kesaint Blanc Indah Corp.
Burhanuddin, dkk..2003. Manajemen Pendidikan. Analisis Substantif dan Aplikasinya Dalam Institusi Pendidikan. Malang: UM.
Daryanto, M. 1998. Administrasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Depag RI. 1989. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Surabaya: Mahkota.
Hamdan, Adnan dan Hafied Cangara. 1996. Prinsip-Prinsip Hubungan Masyarakat. Surabaya:: Usaha Nasional.
Hasbullah. 2001. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.  
Mahmud, Halim, Abdul, Ali. 1992. Dakwah Fardiyah Metode Pembentukan Pribadi Muslim. Jakarta: Gema Insani Press.
Nur, M. Amin. 2006. Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Pemberdayaan Masyarakat. Fakultas Tarbiyah UIN Malang: El-Hikmah.
Pidarta, Made. 1988. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: PT Bina Aksara
Purwanto, Ngalim. 1988. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya
Sahertian, A, Piet. 1994. Dimensi Administrasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.
Sudiro, Muntahar. 1988. Hubungan Masyarakat, Fungsi dan Peranan dalam






[1] Piet A. Sahertian, Dimensi Administrasi Pendidikan (Surabaya: Usaha Nasional, 1994), hlm. 233
[2] Made Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia, (Jakarta: PT Bina Aksara, 1988). hlm. 189
[3] ibid. hlm. 190.
[4] M. Linggar Anggoro, Teori daaan Profesi Kehunasn serta Aplikasinya di Indonesia (Jakarta: Bumi Aksara, 2000) hlm.1-2.
[5] Ibid
[6] Claire Austin, Public Relations yang Sukses dalam Sepekan, Brithish Institute of Manangement, diterjemahkan oleh Anton Adiwiyoto (Jakarta: PT. Kesaint Blanc Indah Corp, 2001), hlm.6
[7] Onong Uchjana, Dinamika Komunikasi (Bandung: CV. Remaja Karya, 1986), hlm.4
[8] Depag RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya (Surabaya: Mahkota, 1989), hlm. 847
[9] Ibid. hlm. 36
[10] Ibid. hlm. 94
[11] Muntahar Sudiro, Hubungan Masyarakat, Fungsi dan Peranan dalam Manajemen (Yogyakarta: Andi Ofset, 1988), hlm. 24
[12] Ali Abul Halim Mahmud, Dakwah Fardiyah Metode Pembentukan Pribadi Muslim (Jakarta: Gema Insani Press, 1992), hlm.62-67
[13] Adnan, Hamdan dan Hafied Cangara, Prinsip-Prinsip Hubungan Masyarakat. (Surabaya:: Usaha Nasional, 1996), hlm. 26
[14] H Burhanuddin, dkk. Manajemen Pendidikan. Analisis Substantif dan Aplikasinya Dalam Institusi Pendidikan.. (Malang: UNM, 2003). hlm. 127-128.
[15] Daryanto, HM. Administrasi Pendidikan. (Jakarta: Rineka Cipta, 1998). hlm.  76.
[16] Made Pidarta. Manajemen Pendidikan Indonesia, (Jakarta: PT Bina Aksara, 1988). hlm. 189
[17] ibid. hlm. 192.
[18] Hasbullah. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan.. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2001). hlm. 100.
[19] Hasbullah. Ibid hlm 101
[20] Pidarta, Made. Manajemen Pendidikan Indonesia. (Jakarta: PT Bina Aksara, 1988) hlm 361
[21] M. Amin Nur, Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Pemberdayaan Masyarakat (Fakultas Tarbiyah UIN Malang: El-Hikmah, 2006), hlm. 216-219.
[22] Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1988), hlm. 213-215.
[23] Ibid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar